Rumah Tanaman

Bangunan untuk produksi tanaman umum disebut greenhouse atau rumah kaca atau rumah tanaman; istilah terakhir muncul sejak pembangunan greenhouse tidak lagi menggunakan kaca, tetapi juga plastik dan fiberglass dengan alasan teknis maupun ekonomi. Rumah kaca umumnya dibangun di wilayah subtropis dan wilayah dengan empat musim. Bangunan ini dperlukan agar kegiatan bercocok tanam dapat dilakukan ketika temperatur cuaca mematikan bagi tanaman pertanian. Dengan rumah kaca, tanaman yang di dalamnya terlindungi dari temperatur lingkungan serta mendapatkan temperatur yang cukup untuk pertumbuhannya. Hal ini dikarenakan cahaya matahari masih dapat menembus atap dan dinding rumah kaca, sedangkan panas yang dihasilkan dari elemen-elemen di dalam rumah kaca sulit keluar dan terperangkap di dalam sehingga temperatur di dalam rumah kaca menumpuk dan mengimbangi temperatur dingin di luar sehingga memungkinkan bagi tanaman untuk hidup.

Tetapi, efek rumah kaca tidak dapat diterapkan di wilayah tropis karena temperatur yang meningkat akan mematikan tanaman yang didalamnya, mengingat bahwa temperatur lingkungan di wilayah tropis sudah cukup untuk pertumbuhan tanaman. Greenhouse yang dibangun di wilayah tropis umumnya tidak melindungi tanaman dari temperatur udara luar. Hal ini karena konstruksi tembok yang tidak kedap udara dan atap yang berventilasi, memungkinkan udara panas naik dan keluar dari greenhouse. Namun greenhouse ini dapat melindungi tanaman dari hujan dan serangan hama.

Klasifikasi Rumah Kasa :

  • berdasarkan jenis bahan konstruksi, yaitu:
  1. Rumah kasa dengan bahan konstruksi logam
  2. Rumah kasa dengan bahan konstruksi non-logam (kayu atau bambu)
  • berdasarkan bentuk atap, yaitu:
  1. Rumah kasa dengan bentuk atap segitiga (gable)
  2. Rumah kasa dengan bentuk atap datar (flat)
  3. Rumah kasa dengan bentuk atap setengah lingkaran (quonset)
  4. Rumah kasa dengan bentuk atap busur (arch)
  5. Rumah kasa dengan bentuk atap busur tidak rata (uneven arch)
  6. Rumah kasa dengan bentuk atap segitiga (gable) berkanopi.
  • berdasarkan ukuran luas bangunan, yaitu:
  1. Rumah kasa kecil, apabila luas bangunan kurang dari 60 m²
  2. Rumah kasa sedang, apabila luas bangunan antara 60 m² – 200 m²
  3. Rumah kasa besar, apabila luas bangunan lebih dari 200 m²